Rabu, 26 November 2025
Subnet Mask Kelompok 4
Kelompok 4 :
1. Arjuna Satria Prada M. (05)
2. Azzula Syakira (07)
3. Hany Nur Ristiawati (16)
4. Ismi Elvita Khairunnisa (19)
5. Jessica Cherlly Marcellina (20)
/ 27 pada blok ke IV
192.168.1.0 /27
11111111.11111111.11111111.11100000
255 . 255 . 255 . 224
1. Jumlah subnet = 2^3
= 8
2. Jumlah host = 2^5
= 32 - 2
= 30
3. Blok subnet = 256 - 224
= 32
Berarti total ada 8 subnet dimulai dari 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224
I 192.168.1.0 - 192.168.1.31
II 192.168.1.32 - 192.168.1.63
III 192.168.1.64 - 192.168.1.95
IV 192.168.1.96 - 192.168.1.127
Cara mengerjakan :
IV 192.168.1.96 - 192.168.1.127
192.168.1.96 : Subnet
192.168.1.97 : Host pertama
192.168.1.126 : Host terakhir
192.168.1.127 : Broadcast
Selasa, 25 November 2025
Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic
Agar lebih paham kenapa fiber optic bisa begitu cepat, penting untuk memahami prinsip kerjanya.
- Sinyal data diubah menjadi pulsasi cahaya oleh transmitter (biasanya LED atau laser).
- Cahaya tersebut masuk ke inti serat (core) dan dipantulkan berkali-kali oleh lapisan cladding di sekeliling core.
- Karena indeks bias antara core dan cladding berbeda, cahaya “terjebak” di dalam core dan merambat hingga ujung serat.
- Di ujung penerima, receiver mengubah pulsasi cahaya kembali menjadi sinyal listrik yang bisa dibaca perangkat jaringan.
- Komponen yang mengubah sinyal listrik ↔ cahaya.
- Biasanya terintegrasi dalam modul SFP, SFP+, atau media converter.
- Teknologi yang memungkinkan beberapa panjang gelombang cahaya berjalan dalam satu serat yang sama.
- Hasilnya: satu kabel fiber bisa membawa banyak kanal data sekaligus, meningkatkan kapasitas tanpa menarik kabel baru.
- Teknologi yang banyak digunakan untuk internet fiber ke rumah (FTTH).
- Menggunakan komponen pasif seperti splitter untuk membagi satu jalur fiber dari pusat (OLT) ke banyak pelanggan (ONT/ONU).
- Efisien secara biaya dan perawatan.
- Untuk jarak yang sangat jauh, sinyal cahaya diperkuat atau diregenerasi agar kualitas tetap baik.
- Contohnya: EDFA (Erbium-Doped Fiber Amplifier).
Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan
Supaya instalasi lebih efisien dan awet, pemilihan kabel fiber optic tidak bisa asal. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
a. Jarak dan kebutuhan bandwidth
- Jika jarak sangat jauh (antar kota, backbone, jaringan utama) → Single-mode biasanya lebih tepat, karena loss lebih kecil dan bisa membawa data lebih jauh.
- Jika jarak pendek–menengah (antar lantai gedung, antar ruangan) → Multi-mode sering dipilih karena perangkatnya relatif lebih ekonomis untuk skala tertentu.
b. Lingkungan pemasangan
1. Indoor:
- Pilih kabel yang fleksibel dan mudah ditarik di dalam gedung.
- Pertimbangkan standar keamanan gedung (misal low-smoke, tahan api).
2. Outdoor:
- Pilih kabel outdoor atau armored jika lewat tanah atau area berisiko.
- Jika dipasang di udara (aerial), pilih kabel yang punya strength member kuat (misalnya menggunakan wire/strand baja).
c. Jenis konektor dan perangkat
Perhatikan juga:
- Jenis konektor yang digunakan perangkat (misalnya SC, LC, ST).
- Jenis port pada OLT, switch, router, atau media converter.
- Pastikan tipe fiber pada kabel sesuai dengan tipe port (SMF ↔ SMF, MMF ↔ MMF).
d. Pertimbangan biaya dan skala pengembangan
- Untuk jaringan yang ingin dikembangkan dalam jangka panjang, menggunakan single-mode sering dianggap investasi jangka panjang, karena mendukung jarak dan kapasitas lebih besar.
- Namun untuk jaringan lokal skala kecil-menengah di dalam gedung, multi-mode juga masih sangat layak dan efisien.
Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic
Secara umum, fiber optic dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan mode transmisi cahaya, jumlah serat, dan konstruksi kabelnya.
a. Berdasarkan mode cahaya
1. Single-mode Fiber (SMF)
- Inti serat sangat kecil (± 8–10 mikrometer).
- Hanya satu jalur cahaya yang merambat.
- Cocok untuk jarak jauh (puluhan hingga ratusan km).
- Banyak dipakai untuk backbone ISP, antar kota, atau antar gedung.
2. Multi-mode Fiber (MMF)
- Inti serat lebih besar (± 50 atau 62,5 mikrometer).
- Banyak jalur cahaya merambat (multi-mode).
- Cocok untuk jarak pendek hingga menengah (biasanya sampai beberapa ratus meter).
- Banyak digunakan untuk jaringan di dalam gedung, kampus, atau pabrik.
b. Berdasarkan lingkungan pemasangan
1. Indoor Fiber Optic
- Dirancang untuk digunakan di dalam ruangan.
- Biasanya lebih ringkas, fleksibel, dan tidak setahan outdoor terhadap cuaca.
- Contoh: kabel patch cord di rak server, jaringan antar ruangan.
2. Outdoor Fiber Optic
- Memiliki jaket pelindung yang lebih tebal dan kuat.
- Tahan terhadap panas, hujan, kelembapan, hewan, dan tekanan fisik.
- Terkadang dilengkapi penguat (strength member) atau bahkan lapisan baja (armored).
c. Contoh konstruksi kabel
- Loose Tube: serat optik berada dalam tabung longgar berisi gel pelindung, cocok untuk outdoor dan jarak jauh.
- Tight Buffered: serat diselimuti pelindung lebih rapat, cocok untuk indoor dan instalasi yang lebih fleksibel.
- Armored Cable: memiliki lapisan logam pelindung untuk area yang rawan gigitan hewan, tertimpa batu, dan sebagainya.
Jobsheet 907 Menginstal Virtual Mesin Azzula Syakira
JOB SHEET SMK TUNAS HARAPAN PATI Program Keahlian Mata Pelajaran Kode Mata Pelajaran Tekni...
-
Langkah Kerja Anda akan memasang kabel dan melakukan konfigurasi jaringan, dimulai dengan menghubungkan sumber internet (ISP) ke switch meng...
-
Konsep Subnetting, Siapa Takut ? --- HTML Gambar 4.19 Subnetting Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan ...
-
1. Apa Itu Jaringan Fiber Optic? Secara sederhana, jaringan fiber optic adalah jaringan komunikasi data yang menggunakan serat kaca at...